'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Banyak Berkah Di Rumah Saat Musibah
29 Mei 2020 12:37 WIB | dibaca 172
 
Oleh : *Genduk Ermawati *
 
Jum'at,  6 Syawal 1441 H
 
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Alhamdulillah marilah senantiasa kita bersyukur kepada Allah yang telah melimpahkan nikmat, rahmat dan karuniaNya kepada kita semua, sehingga masih kita rasakan nikmat nya Iman dan Islam dalam diri kita yang semoga akan menghantarkan kita menuju kebahagiaan dunia dan akherat, aamiin.
Sholawat serta salam Allah semoga tetap tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, uswah hasanah kita, dan semoga kita termasuk golongan ummat yang setia menjalankan Sunnah-sunnah nya, Aamiin.
Masa Pandemi Covid 19, masih berlangsung sampai saat ini  dan kita masih merasakan betapa sedih dan merana disaat kita semua ummat Islam merayakan dan menggelorakan Bulan-bulan yang penuh keberkahan, kita harus menerima dan menahan diri untuk menyesuaikan keadaan.
Bagaimana tidak, di saat harus beramai-ramai meyemarakkan serangkaian kegiatan ibadah di bulan Ramadhan, kita harus tetap beribadah di rumah, bahkan saat kita harus menggelorakan Takbir di hari yang Fitri di setiap ujung desa, kota, dan lapangan tempat-tempat yang biasa sebagai tempat Sholat Idul Fitri, kita tetap harus berada di rumah,,seakan banyak hal yang hilang pada Ramadhan dan Syawal kali ini. Inilah ujian dan keprihatinan yang dirasakan oleh semua ummat Islam.
Namun, kita juga harus bisa menemukan hikmah dan keberkahan dibalik ini semua tanpa harus menyurtkan semangat kita dalam beribadah dan mendekat kepada Allah dengan berada di rumah, terbukti selama kita berada di rumah, tak terasa kita bisa berbuat banyak hal yang mungkin tidak kita sadari begitu banyak berkah di rumah kita, antaranya:
  1. Rumah berubah jadi Madrasah; dimana anak-anak kita semua belajar penuh di rumah, Bapak Ibu pendidik, juga mengajar dari rumah, bahkan tiba-tiba semua Orang Tua bisa menjadi Guru di rumah untuk putra putri nya.
  2. Rumah berubah jadi Masjid atau Mushola; dimana semua kegiatan peribadahan baik Sholat berjama’ah, Tadarus Al quran, semua ada di rumah, bahkan kajian, tausiyah juga kita dengarkan, kita saksikan dari rumah.
  3. Ada Cafe dan Resto di dalam rumah; disaat harus tidak banyak keluar rumah, Ibu-ibu Aisyiyah cerdas di dalam rumah, dengan sigap menyediakan segala macam bahan makanan dan resep yang menarik, juga sederetan jadwal menu pun sudah disiapkan, anak-anak kita minta ini itu, semua sudah tersedia di rumah. Pada hari-hari biasa mungkin jarang unutk bisa makan bersama dengan semua anggota keluarga, namun sekarang kita rasakan kebersamaan itu, subhanallah..
  4. Ada Moment Sharing dan diskusi di dalam rumah;  Ketika banyak berkumpul dengan keluarga tentu banyak juga kesempatan ngobrol dan sharing bersama, ada nasehat dari orang tua kepada anak, ada masukan dan pembelajaran yang indah dari anak kepada orang tua dan lain sebagainya.
  5. Taman dan kebun jadi indah di rumah;  Mengisi waktu luang, banyak ibu-ibu yang rajin bertanam, entah itu bunga, sayuran, obat-obatan dan lain sebagainya.
Tentunya selain yang saya sebut di atas masih banyak lagi pengalaman yang ibu-ibu lakukan dan rasakan pada saat banyak di rumah. Nah, melihat banyaknya manfaat dan keberkahan saat di rumah itulah maka tidak ada lagi rasa bosan di rumah, galau di rumah, bahkan stress di rumah, karena ada banyak kenikmatan yang bisa kita rasakan jika kita mampu mengubah mind set kita untuk selalu mensyukuri apa yang ada di sekitar kita meskipun dalam situasi dan kondisi apapun.
Ini semua salah satu bagian kita dalam merefleksikan ayat –ayat Allah dalam Alqur’an Surat Ibrahim ayat 7 :
 
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
 
Terjemah Arti: Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". — Quran Surat Ibrahim Ayat 7
 
Di dalam ayat tersbut Allah menjajikan bahwa barang siapa yang pandai mensyukuri nikmat Nya, maka akan ditambah lah nikmat itu, tetapi barang siapa yang kufur (mengingkari nikmat) maka azab Allah sangatlah pedih.
Diperjelas lagi dalam Alqur’an Surat Ar Rahman:
 
فَبِاَىِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ
 
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?
 
Berkali-kali Allah menyebutkan ayat itu seakan mempertegas bahwa tidak ada alasan apa pun kita untuk tidak besyukur atas nikmat yang Allah berikan pada kita, dengan kalimat pertanyaan yang tegas: “ Maka Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang Kamu Dustakan?”
Lalu muncul pertanyaan, Syukur yang bagaimanakah yang mestinya kita lakukan..?
Bentuk Syukur setidaknya ada tiga cara, yaitu:
1. Syukur dalam hati kita
2. Syukur melalui lisan kita
3. Syukur melalui amal perbuatan kita
 
Dari tiga bentuk syukur di atas, maka tidak cukup hati dan lisan kita mengucapkan Tahmid, namun lebih dari itu bahwa amalan kita juga harus kita tunjukkan dalam merealisasikan rasa syukur tersebut, maka sangat tepat ketika di tengah-tengah musibah ada program “Ta’awun Sosial” yang ini bisa mewujudkan salah satu bentuk syukur kita atas nikmat yang diberikan Allah kepada kita. Saing berbagi dan berempati kepada mereka yang terdampak Covid 19, bergandeng dan mengulurkan tangan , menyapa, menyentuh dalam kepedulian sosial. Inilah ajaran Islam yang kita yakini sebagai Ramatan Lil Alamiin,
Ibu-Ibu yang di Rahmati Allah,,
Marilah kita bersama-sama memohon kepada Allah agar senantiasa termasuk golongan orang-orang yang pandai mesyukuri nikmat Nya, sehingga akan ditambah pula nikmat dari Allah kepada kita, dengan salah satunya tetap menjaga nikmat sehat yang Allah berikan kepada kita dengan tetap menjaga imunitas, menjaga jarak, membiasakan hidup bersih ,dan tetap di rumah , agar kita terhindar dari virus yang saat ini masih merajalela,
“Jangan menunggu tersandung baru kita berhati-hati dalam berjalan, namun berhati-hatilah agar kita tidak tersandung di perjalanan”
Itulah gambaran yang harus kita lakukan saat ini.
Akhirnya kita hanya bisa memohon dan berharap kepada Allah, semoga amal ibadah kita selama bulan Ramadhan kemarin diterimaNya, semua kesalahan dan dosa kita di ampuni, setiap ayat Alqur’an yang kita lantunkan sehari-hari bisa menjadi penerang kehidupan kita baik di dunia sampai akherat nanti,, dan semoga benar-benar kita raih predikat Taqwa yang Allah janjikan kepada kita , Amiin.
Nasrumminallahi wa fatkhunkoriib,
Albirru Manittaqo,
 
وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
 
Tulisan yang sangat ringan dan sederhana,  semoga bermanfaat... 
Shared Post: