'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Menjadi cerdas secara Spiritual
25 Mei 2020 19:25 WIB | dibaca 139
 
Kajian syawal hari ke2
Assalamualaikum wr wb.Ibu2 yang dirahmati Allah SWT
 
Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan sedikit tazkiroh dengan judul "Menjadi cerdas secara Spiritual"
ORANG CERDAS ADALAH MEREKA YANG MAMPU MENGENDALIKAN NAFSUNYA DAN BERBUAT/BERAMAL BAIK UNTUK MASA SESUDAH MATI,SEDANGKAN ORANG YANG LEMAH IALAH YANG MENGIKUTI HAWA NAFSU DAN KEPADA ALLOH.(hadis riwayat Imam Ahmad)
 
Hadis ini ada sebagian ahli mendhoifkan karena diantara perowi ada 1 yang dianggap lalai.Tetapi disohihkan oleh lmam Al Hakim. Akan tetapi mattan( isi)nya sangat menginspirasi, sangat bagus utk direnungi bahkan diamalkan.Menurut hadis ini, kecerdasan seseorang dapat diukur dari kemampuannya mengedalikan hawa nafsunya(cerdas emosi) dan mengorientasikam semua amalnya pada kehidupan setelah mati (cerdas spiritual).
"Siapapun yang beramal baik meski sekecil zarroh dia akan melihat yang melakukan kejelekan sekecil zarroh diapun akan melihat (kelak)". Aljaljalah 7,8.
 
Keyakinannya tentang keabadian menjadikannya lebih ber hati-hati dalam menapaki kehidupan di dunia ini sebab mereka percaya bahwa kehidupan tidak sekali di dunia ini saja tetapi ada kehidupan yang lebih hakiki.
Di dunia tempat menanam, sedang di akhrat  tempat memanen. Siapa menanam padi ia akan menuai padi, siapa menanam angin akan menuai badai.
Tidak hanya ber hati-hati, orang cerdas spiritualnya lebih bersemangat, lebih Percaya diri dan lebih optimis. Mereka tidak pernah ragu-ragu untuk berbuat baik. Sebab bila kebaikannya tidak bisa dinikmati pada saat di dunia, dia masih berharap mendapatkan bahagiannya di akhirat. Masalah kabaikan akan jadi tabungan (deposito scr otomatis).
Ketika mananam buah-buahan misalnya harapannya jika berbuah akan menikmati lezatnya buah tanamanny. Ee...ternyata buah babis dimakan kelelawar atau ada dipetik maling ...dia tdk menyesal. dia huznudzon akan menikmatiny di akherat kelak.
Orang-orang ini ketika melihat ketidak adilan di dunia ini, korupsi bebas berkeliaran, orng-orang baik dipenjarakan, da'i, muballigh dikriminalisasi, dia tidak putus asa. Mereka tetap berpandangan positif. Mereka memperjuangkan keadilan meskipun keadilan yang hakiki baru dirasakan kelak di akhirat.Di akhirat tdk ada bukti yd hilang atau sengaja dihilangkan.
Ciri orang cerdas telah tampak dalam setiap derap langkanya. Ketika mereka membuat Rencana, ketika Mengeksekusi rencannya dan pada waktu melakukan evaluasi rencananya.
Orang yang memiliki kecerdasan emosi (emotional quotion) dan kecerdasan spiritual (spiritual quotion) mudah diajak bergaul krn mrk tlh terbebas dari suuzzon(berburuk sangka),hasad(dengki) dn takabbur(menyombongkan diri).
Orangorang inilah yg memiliki potensi utk meraih sukses di dunia sekaligu di akherat.Sebetulnya manusia juga dikaruniai kecerdasan 1 lagi yakni kcrdsn intelektual(intelectual quotin).
Namun saya husnuzzon ibu-ibu sudah pada faham.
Demikian yang bisa saya sampaikan. Atas segala keterbasan saya, jika ada kesalahan mohon dikoreksi.
Terma kasih.
 
Wassalamualaikum wr wb
 
 
Editor LPPA Kab. Magelang
Shared Post: