'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
PDA Kabupaten Magelang Hadiri Resepsi Milad 'Aisyiyah 105 di Unimus
14 Agustus 2022 17:04 WIB | dibaca 46

Resepsi Milad 'Aisyiyah 105

Resepsi Milad 'Aisyiyah 105. Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kabupaten Magelang mengikuti Resepsi Milad 'Aisyiyah yang ke 105 di Gedung Universitas Muhammadiyah Semarang hari ini, Sabtu 13 Agustus 2022. Pimpinan Daerah 'Aisyiyah Kabupaten Magelang mengirimkan utusan 3 orang unsur Pimpinan Harian dan 4 orang Badan Pembantu Pimpinan. 

Resepsi Milad kali ini mengusung tema "Sukses Muktamar 'Aisyiyah ke-48, Perempuan Mengusung Peradaban Utama". Dihadiri oleh Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Bapak M.Tafsir, M.Ag, Rektor UNIMUS Prof Dr Masrukhi M.Pd, Direktur Rumah Sakit Klinik Aisyiyah se Jawa Tengah, Jajaran Pimpinan Daerah Aisyiyah se Jawa Tengah dan pimpinan Ortom Muhammadiyah, pimpinan LazisMu Jawa Tengah beserta jajarannya. 
 
Sambutan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Tengah Ibu Dr. Ummul Baroroh, M.Ag, mengajak untuk menyukseskan dan beramai ramai mengikuti silaturahmi pada Muktamar 'Aisyiyah ke 105 di Surakarta pada November 2022 mendatang. Gerakan Aisyiyah dituntut untuk lebih memahami dan memberikan solusi untuk mengatasi masalah masalah masyarakat yang ada saat ini.
 
Sambutan Rektor UNIMUS Bp Dr Masrukhi M.Pd, semoga UNIMUS menjadi salah satu perguruan Muhammadiyah yang sukses dengan 40 program studi, dengan 14.000 mahasiswa sekarang. Mengucapkan selamat Milad 'Aisyiyah 105.
 
Sambutan gubernur Jawa Tengah Bp Ganjar Pranowo,  mengucapkan Selamat Milad 'Aisyiyah ke 105, semoga 'Aisyiyah terus menjadi wadah perjuangan perempuan sehingga bisa merekatkan persatuan dan menyebarkan kebaikan seluas-luasnya. mari kita gelorakan dan rawat toleransi. Kami harap 'Aisyiyah menjadi Pioneer dan menjadi pencegah radikalisme. Dengan mengucap basmallah, Resepsi Milad 'Aisyiyah ke 105 resmi dibuka .
 
Kanjeng Raden Aryo Tumenggung KH. M Tafsir, M.Ag menyampaikan kajian pada acara Milad 'Aisyiyah kali ini.
Hidup itu seharusnya berdzikir, berfikir, bekerja, istirahat dan berlibur. Kebiasaan Nabi di 1/3 malam, Bangun tidur, duduk dulu, lalu lihat langit, lalu baca inna fi kholqis samawati wal ardhi. Membangun kesadaran harmoni antara manusia, Allah dan alam. Karna kehidupan adalah harmoni antara ketiga unsur tersebut.  Kepada Allah kita taat, kepada alam kita jaga kelestarian nya.
 
Setelah itu bangun, gosok gigi dan ambil wudhu. Kemudian sholat 11 rakaat (sempurna nya). Dilanjutkan sholat fajar dan sholat subuh. Ibu merupakan madrasah pertama bagi anaknya. Saat 4 bulan dalam kandungan, Rahim itu ruang kelas pertama manusia. Sudah punya pendengaran, perasaan dan penglihatan, itulah media pendidikan pertama. Siapa gurunya? Itulah ibu. Maka itulah ibu menjadi guru pertama manusia. Usia 7 bulan, Al Qur'an.. berdoalah. 
 
Sebaik baik doa adalah memuji, bukan meminta. Doa terbaik adalah memuji. Perbanyak memuji Allah, Allah tau apa yang kita minta.  Maka didiklah anak kita mulai dari rahim  perbanyak baca Al Qur'an dan kalimat toyyibah. Sebagai madrasah pertama, semoga 'Aisyiyah bisa menjadi peradaban utama dalam memajukan bangsa.
 
 
 
Redaktur Immawati
LPPA PDA 
Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari