'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Surga untuk Hamba Allah yang “Nggugu”
22 Mei 2020 06:58 WIB | dibaca 23
 
29 Ramadan 1441 H/22 Mei 2020 M
 
Tema: Surga untuk Hamba Allah yang “Nggugu”
 
Pemateri: Siti Mardhiyah
Sumber Materi: Tafsir Al Quran, Depag 1989
 
 
‎السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
 
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, sholawat dan salam semoga Allah curahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat dan pengikutnya.
 
Ibu-ibu yang dirahmati Allah,
 
Semua manusia di belahan bumi ini bercita-cita hidup bahagia, sejahtera dan masuk surga. 
 
Allah Ta’ala telah melimpahkan semua kebutuhan hidup manusia di dunia untuk mencapai cita-cita di dunia ini tanpa kecuali. Itulah tanda Maha Pengasih Allah Azzawajalla kepada semua makhluk-Nya.
 
Akan tetapi, sebagian besar manusia di dunia lalai bahwa surga mutlak milik Allah SWT. Artinya, golongan yang bisa masuk surga hanyalah orang-orang yang “nggugu” atau taat pada Sang Pemilik Surga, yaitu Allah Ta’ala pencipta langit dan bumi beserta isinya.
 
Dalam Al Quran Surat Yunus ayat 25 Allah berfirman:
 
‎وَ اللّٰہُ یَدۡعُوۡۤا اِلٰی دَارِ السَّلٰمِ ؕ وَ یَہۡدِیۡ مَنۡ یَّشَآءُ اِلٰی صِرَاطٍ مُّسۡتَقِیۡمٍ
 
 
Artinya: 
 
Dan Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga), dan memberikan petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus (Islam). 
―QS. Yunus [10]: 25
 
Islam dalam ayat tersebut adalah panduan atau petunjuk Allah berupa akal dan wahyu untuk mencapai kebahagiaan hidup dunia dan akhirat.
 
Dari firman Allah itu dapat dipetik pelajaran:
1. Orang-orang yang “nggugu” memahami bahwa tanpa Islam tiada surga.
2. Untuk mencapai kebahagiaan dunia menuju surga orang-orang yang “nggugu” harus menggunakan akal budinya berdasarkan wahyu Allah Azzawajalla dan utusan-NYa, Nabi Muhammad SAW
 
Rasulullah SAW bersabda yang artinya:
 
"Umatku semua masuk surga kecuali yang enggan. Para sahabat bertanya: 'Siapakah orang yang enggan ya, Rasulullah?'
Rasulullah menjawab: Barang siapa yang taat kepadaku masuk surga dan barang siapa yang bermaksiat kepadaku dialah yang enggan." (H.R. Bukhori)
 
Ibu-ibu yang berbahagia,
Merujuk pada hadis tersebut, rupanya masuk surga tidak cukup hanya dengan kita mengaku Islam, tetapi  juga harus disertai dengan amal saleh sebagai bukti “nggugu” kepada Allah dan Rasul-Nya.
 
Allah Ta’ala berfirman dalam Al Quran Surat Al Baqarah Ayat 208
 
‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
 
 
Artinya:
Hai orang-orang yang beriman! Masuklah ke dalam Islam secara kaffah (keseluruhan), dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah setan. Sungguh, ia musuh yang nyata bagimu.
―QS. Al Baqarah [2]: 208
 
 
Menjadi Islam yang kaffah, orang-orang yang "nggugu" juga tetap bersemangat dalam menjalankan puasa Ramadan dan memperbanyak ibadah-ibadah sunah, seperti qiyamul lail, tadarus Al Quran dan sodaqoh di tengah pandemi Covid-19.
 
Orang-orang yang "nggugu" tetap menjalankan semua ibadah tersebut dengan tinggal di rumah atau "stay at home" mengikuti anjuran pemerintah untuk menghentikan penyebaran virus ini.
 
Orang yang “nggugu” juga akan lebih-lebih dalam mengeluarkan sodaqoh sesuai kemampuannya untuk membantu orang-orang yang terdampak Covid-19, baik secara pribadi, kelompok, maupun yang dihimpun lewat organisasi Aisyiah dan LazizMU.
 
Ibu-ibu yang dirahmati Allah,
Demikian tausiah yang bisa saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada kesalahan, mohon dimaafkan.
 
وَبلِلَّهِ تَوْفِيْقُ وَالْهِدَايَةُ  وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari