'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Tindak Lanjut Sekolah Tani di desa Mangli
07 Desember 2019 21:26 WIB | dibaca 146

follow up sekolah tani bersama Mampu PDA Kab. Magelang di Desa Mangli

Sabtu, 7 Desember 2019. Kegatan tindak lanjut Sekolah Tani di desa Mangli Kaliangkrik Kabupaten Magelang. Kegiatan dimulai pagi hari dan diawali oleh sambutan dari PDA kab. Magelang yang diwakili oleh Ibu Azizah Widyastuti dalam sambutannya beliau mengucapkan terima kasih kepada BSA Mangli yang telah memiliki sekolah tani dan telah menyelenggarakan kegiatan dua kali ditahun ini. Dalam kesempatan ini beliau berpesan agar anggota dan kader dpat menjalani sekolah tani dengan ikhlas apapun kesulitan yang dihadapi terutama dalam hal pemasaran dan hasil pertanian yang kadang tidak sesuai harapan. Solusi yang disampaikan bisa dengan membentuk kelompok simpan pinjam untuk kelompok tani wanita, ada 3 hal yang berkaitan dengan potensi diri antara lain bekerja keras dengan fisik, bekerja cerdas dengan menggunakan otak (akal) dan bekerja ikhlas dengan sepenuh hati.

Narasumber dari Penyuluh Pertanian dalam hal ini Bapak Bowo menyampaikan kontrak  belajar terlebih dahulu sebelum dimulai materi, silabus sekolah tani juga telah disampaikan. Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan hal paling mendasar dalam pengolahan pertanian yaitu panca usaha pertanian. Yang pertama yaitu pengolahan tanah, denan memberi kesempatan tanah dibagian bawahnya untuk mendapatkan Oksigen denagn menggolah tanah dengan menggunakan traktor, cangkul ataupun cultivator. Kedua adalah pemilihan bibit unggul dengan ciri-ciri produktifitas tinggi dengan hasil pertanian melimpah, tahan terhadap wereng, daya tahan tinggi, mudah beradaptasi dengan lingkungan yang berbeda.

Ketiga adalah pengendalian hama dan penyakit, petani kebanyakan telah melupakan adanya tito alba sejenis burung hantu yang sebenarnya memiliki peran penting dalam pertanian karena dalam waktu semalam dapat membunuh hama tikus sampai dnegan 5 ekor. Dalam penyemprotan ada 4 tahap yang harus diperhatikan yaitu tepat waktu, tepat takaran (dosis), tepat sasaran, tepat jenis. Waktu yang tepat untuk melakukan penyemprotan adalah pagi hari yaitu jam 07.30 sampai dengan pukul 11.00 siang hari, karena pada waktu itu stomata daun membuka sehingga mudah untuk menyerap. Tepat dosis disini berarti sesuai takaran agar tidak merusak tanah dalam hal ini dapat menggunakan cara tradisional dalam penggunaan obat penyemprotan. Tepat sasaran, ketika melakukan penyemprotan jangan lupa perhatikan keselamatan pada saat menyempot dengan menggunkan masker, berikutnya adalah tepat jenis dengan menggunakan obat yang akan diberikan pada tanaman berpenyakit.

Keempat adalah panen dan pasca panen dimana waktu tersebut berpengaruh terhadap mutu dan harga hasil panen pertanian. Kelima adalah tata laksana dan pemasaran, hitung semua modal yang digunakan pada saat memulai. kebanyakan petani didesa kurang memperhitungkan modal terutama modal pupuk dan tenaga jarang dihitung sehingga tidak diketahui keuntungan bersihnya.

Pastinya dalam kesempatan ini selalu diampaikan untuk menggunakan pupuk alami dan obat-obatan yang dapat diupayakan dengan dibuat sendiri untuk menghindari kerugian dikemudian hari. 

Shared Post: